Membangun Persamaan Persepsi dengan Orang Tua Siswa Inklusi dan Siswa Yatim

Membangun Persamaan Persepsi dengan Orang Tua Siswa Inklusi dan Siswa Yatim

Oleh: Nur Komariah, S.Pd.I., MM

SWI.sch.id – Dalam rangka membangun sinergi yang baik antara SDIT Wirausaha Indonesia dan orang tua murid khususnya siswa dengan kategori inklusi dan yatim, sekolah mengadakan pertemuan persamaan persepsi pada Kami dan Jumat (14-15/5/20) pagi.

Membangun kesamaan cara pandang dalam memberikan pendidikan yang terbaik kepada siswa merupakan hal yang sangat penting. Dalam hal ini sekolah memaparkan kembali mengenai motivasi sekolah menerima anak dengan kategori khusus atau biasa disebut dengan anak inklusi.

Anak inklusi memerlukan penanganan khusus baik oleh sekolah maupun orang tua agar mendapatkan hasil yang optimal. Program dan langkah-langkah sekolah dalam memberikan pembelajaran untuk anak inklusi inilah yang perlu dikomunikasikan secara baik kepada para orang tua agar kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama.

Demikian juga dengan siswa berstatus anak yatim. Sekolah memberikan perlakukan khusus kepada siswa yatim terutama dalam masalah pembiayaan. Anak yatim yang bersekolah di SWI Islamic School tidak perlu membayar biaya apapun alias free biaya, mulai dari uang pangkal, iuran spp, biaya ekstrakurikuler dan biaya lainnya.

Pengelola SWI memandang bahwa, selama sekolah bisa memberikan yang terbaik khususnya kepada anak inklusi dan anak yatim, maka insya Allah akan kami lakukan dengan sebaik-baiknya.

Baca juga: SDIT Wirausaha Indonesia Selenggarakan PAT Online