Mengenal Sosok Nur Komariah, Kepala SDIT Wirausaha Indonesia

Mengenal Sosok Nur Komariah, Kepala SDIT Wirausaha Indonesia

Oleh: Restu Kurniati, S.Pd

Nur Komariah, S.Pd.I, MM lahir di Jakarta. Beliau menjabat sebagai kepala SDIT Wirausaha Indonesia sejak tahun 2012. Nur Komariah menempuh pendidikan formal sebagai berikut:

  • MI Al-Furqon, Jakarta
  • MTs Al-Falah, Jakarta
  • MAN Tambak Beras Jombang, Jawa Timur
  • S1 Institut Agama Islam Al-Ghurabaa, Jakarta
  • S2 Universitas BSI Bandung

Berikut pengalaman mengajarnya:

  • 1996-2000 TK, TPA, TQA Al-Mawaddah, Jakarta
  • 2000-2004 Ketua Majlis Ta’lim & Kepala TPA Ar-Roja, Bekasi
  • 2004-2008 Mendirikan dan Kepala Sekolah TKIT Al-Husnayain, BekasiĀ 
  • 2008-2010 Guru di SDIT Mentari Indonesia, Bekasi
  • 2010-2011 Guru di SDIT Cordova, Bekasi
  • 2010-sekarang Dosen Universitas Bina Sarana Informatika, Karawang
  • 2011-sekarang Kepala SDIT Wirausaha Indonesia

Pengalaman mengajar di dunia anak-anak beliau cukup panjang, yaitu sejak tahun 1996 sampai tahun 2016.

Menurut kepala SWI Islamic School ini, “Menjadi guru di jenjang Sekolah Dasar haruslah menguasai beberapa bidang mata pelajaran diantaranya kesenian, penjasorkes, pendidikan agama dan yang lainnya. Karena di mana pun guru akan selalu dijadikan contoh terutama di lingkungan masyarakat”.

Keutamaan bagi seorang pendidik adalah memberikan segala upaya kinerja dengan cerdas dan tuntas. Pengabdian beliau dalam dunia pendidikan dasar selama ini sangat memungkinkan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas sekolah yang sudah dicapainya selama ini.

Beliau bersama dengan sang suami, yaitu bapak Ais Zakiyudin mengelola SWI. Tentu saja, beliau membangun sekolah ini selain ingin mensukseskan program pemerintah dalam hal pendidikan untuk masyarakat, juga dalam rangka memberikan kesempatan yang luas untuk anak yatim. Mereka bersekolah di SDIT Wirausaha Indonesia tidak dipungut biaya sepeser pun.

Di samping itu, beliau juga menyampaikan pesan kepada seluruh guru agar mencintai profesinya dan bekerja dengan ikhlas. Sesuatu yang dijalani dengan cinta, insya Allah hasilnya akan memuaskan dan bermanfaat.

“Cintai profesi kita, muliakanlah siswa-siswa kita seperti kita memuliakan anak kita di rumah sendiri, karena setelah mencintai profesi maka kita akan timbul rasa tanggung jawab dan jangan lupa untuk kerja Cerdas, kerja Ikhlas dan kerja Tuntas,” tuturnya.

“Menjadi juara bagi seorang guru karena berprestasi adalah sebuah impian, tetapi menjadi idola siswanya bagi seorang guru justru lebih berharga”, pungkas Nur Komariah, S.Pd.I, MM. 

Silakan baca juga: Kenapa memilih SDIT Wirausaha Indonesia?